PERINGATAN HARI GURU DI SMA NEGERI 6 PALOPO
Dengan adanya
hari guru di SMA NEGERI 6 PALOPO, dapat memotifasi guru-guru dalam menjalankan
tugas - tugasnya utamanya dalam mengajar SISWA/SISWI SMA NEGERI 6 PALOPO
Oleh
NAMA : BASO NURWI
KLS : XII IPA 2
NIS:9983316553
SMA NEGERI 6 PALOPO
2014-2015
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya serta taufik dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “HARI GURU SMA NEGERI 6 PALOPO”.
Ucapan terima kasih kepada Allah SWT. yang telah memberikan kemampuan
kepada saya, sehingga saya dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah
ini disusun dalam rangka untuk memenuhi tugas pada mata pelajaran ” MULOK”
Saya menyadari tidak ada manusia yang sempurna. Penyusunan makalah ini masih
banyak kekurangan. serta masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang mendukung dari para pembaca untuk
perbaikan dimasa yang akan datang. Akhir kata saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan makalah ini. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Palopo,
13 September
2014
Penulis
(Baso Nurwi)
i.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR i
DAFTAR
ISI ii
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah 1
B.
Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Laporan 2
D. Manfaat Laporan 2
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian Hari Guru 3
B. Makna Hari Guru 3
C. Sejarah Hari guru 5
D. Perkembang Hari Guru di SMAN
6 PALOPO 7
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan 10
B.
Saran 10
DAFTAR
PUSTAKA 11
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Tepat tanggal 25 November setiap tahunnya, SMA NEGERI 6 PALOPO
memperingati Hari Guru Nasional, yang juga adalah hari lahirnya
organisasi GURU yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Namun
tahukah Anda asal usul mengapa tanggal tersebut dipilih menjadi hari yang
khusus bagi para pahlawan tanpa tanda jasa?
Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, para pegiat pendidikan di nusantara
telah mendirikan organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun
1912. Anggotanya merupakan kalangan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah,
dan Penilik Sekolah yang bekerja di sekolah-sekolah yang ada di tanah air.
Kemudian, kuatnya keinginan untuk merdeka dan mendirikan negara sendiri
yang bernama Indonesia membuat pengurus dan anggota PGHB mengubah nama
organisasi mereka menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) di tahun 1932.
Usai kemerdekaan 17 Agustus 1945, para pengurus dan anggota PGI
menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia yaitu tepat di 100 hari setelah tanggal
kemerdekaan tersebut, 24-25 November 1945. Kongres yang berlangsung di Kota
Surakarta tersebut diadakan untuk mengikrarkan dukungan para guru untuk NKRI.
Saat itu, nama organisasi PGI pun diperbarui menjadi Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI).
Dilansir oleh situs resmi PGRI, karena jasa dan perjuangan yang telah
dilakukan oleh para guru di tanah air, maka Pemerintah RI melalui Kepres No 78
Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sebagai Hari Guru Nasional.
Keppres itu juga dimantapkan di UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen, yang menetapkan tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari
Guru Nasional, yang kerap
diperingati bersamaan dengan ulang tahun PGRI.
B. Rumusan Masalah
1.
Apakah pengertian dari hari guru?
2.
Apakah makna dari hari guru?
3.
Bagimanakah sejarah hari guru SMAN 6
PALOPO?
C. Tujuan Laporan
1.
Untuk mengetahui pengertian dari
hari guru
2.
Untuk mengetahui makna dari hari
guru
3.
Agar siswa dapat mengetahui sejarah
dari hari guru
D.
Manfaat Laporan
Laporan ini memiliki manfaat sebagai berikut:
1.
Dapat memberikan motofasi kepada siswa untuk lebih
giat belajar.
2.
Menambah ilmu pengetahuan dengan adanya hari guru.
3.
Mengetahui sejarah dari hari guru.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Hari Guru
Hari Guru
adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada
tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Sejak sebelum
kemerdekaan Indonesia, para pegiat pendidikan di nusantara telah mendirikan
organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. Anggotanya
merupakan kalangan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala
Sekolah, dan Penilik Sekolah yang bekerja
di sekolah-sekolah yang ada di tanah air.
Kemudian, kuatnya keinginan untuk
merdeka dan mendirikan negara sendiri yang bernama Indonesia membuat pengurus
dan anggota PGHB mengubah nama organisasi mereka menjadi Persatuan Guru
Indonesia (PGI) di tahun 1932.
Usai kemerdekaan 17 Agustus 1945,
para pengurus dan anggota PGI menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia yaitu
tepat di 100 hari setelah tanggal kemerdekaan tersebut, 24 -25 November 1945.
Kongres yang berlangsung di Kota Surakarta tersebut diadakan untuk mengikrarkan
dukungan para guru untuk NKRI. Saat itu, nama organisasi PGI pun diperbarui
menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
B.
Makna Hari Guru
1. Saya yakin, siapapun orang yang ada
disini pasti sudah mengetahui siapa yang disebut dengan pahlawan tanpa tanda
jasa. Guru, adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kenapa dia disebut dengan
pahlawan? Tentunya karena seorang guru sangat memberikan pengaruh bagi
kehidupan manusia di muka bumi ini. Sosok seorang guru memang berbeda dengan
pahlawan yang gugur di medan perang, pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan
raganya, namun guru adalah orang yang mau membagikan ilmunya, menjadi sosok
pengganti orang tua di sekolah, seseroang yang mampu merubah pola pikir kita
sehingga bisa merubah hidup kita menjadi lebih baik. karena inilah guru disebut
dengan pahlawan tanpa tanda jasa, tidak seperti pahlawan yang gugur di medan
perang yang diberi gelar pahlawan reformasi, pahlawan revolusi dan pahlawan
nasional.
2. Setiap tanggal 25 november SMA NEGERI 6
PALOPO akan
memperingati hari guru. Apakah anda semua tahu apa makna hari guru tersebut?
Apakah disetiap sekolah mempunyai tradisi untuk memperingati hari guru? Dan
apakah hari guru merupakan salah satu hari libur nasional?
3. Saya akan menjawab untuk pertanyaan
awal, sebenarnya saya juga bingung memaknai hari guru, karena jika kita
berbicara makna berarti kita mengaitkannya dengan sejarah. Berdasarkan
referensi yang saya dapat, lahirnya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
pada tanggal 25 november 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia,
merupakan cikal-bakal organisasi PGRI. Di mana organisasi ini diisi oleh para
Guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Diperingatinya
tanggal ini sebagai Hari Guru Nasional adalah berdasarkan Kepres (Keputusan
Presiden) Nomor 78 Tahun 1994 hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan
kepada guru.
4. Di sini saya menarik kesimpulan,
bahwa hari guru mempunyai makna sebagai bentuk penghormatan kepada guru
atas jasa-jasa yang telah dilakukannya selama ia mengajar. Berarti dapat
disimpulkan bahwa pada setiap tanggal 25 nov setiap tahunnya hari ini dianggap
sebagai hari ulang tahun guru se-indonesia.
5. Untuk pertanyaan kedua, tentunya
setiap sekolah mempunyai tradisi dalam memperingati hari guru, mungkin ada yang
membuat perlombaan para guru, sekedar upacara saja dan bahkan memberi hadiah
atau bunga kepada para guru bahkan sama sekali menganggap hari ini adalah hari
biasa saja, dan ini sekaligus menjawab pertanyaan saya yang ketiga, bahwa hari
guru bukanlah merupakan hari libur nasional karena pada umumnya sekolah tidak
akan libur dihari ini.
6. Pada saat hari Guru apakah anda
sebagai seorang murid memperlakukan guru Anda secara istimewa, Seperti
Anda dilakukan secara istimewa dari orang-orang terdekat anda?atau hari ini
berlalu seperti hari biasa ? mungkin seorang guru tidak mengahrapkan sebuah
kado yang mewah dari kita, sebuah ucapan selamat yang indah dari kita ataupun
kejutan indah dari kita, karena saya yakin semua guru melakukan pekerjaan
secara mulia berbagi ilmu dengan ihklas, ihklas dalam membimbing kita, mensupport
kita dan memberikan hal-hal positif lainnya yang patut kita contoh…coba
renungkan sejenak, apakah kamu sedih ketika dihari ulang tahun kamu tak
seorangpun memberikan kejutan kepadamu? Tak seroangpun mengucapkan kata selamat
kepadamu? Dan kamu sendiri bisa menjawabnya bagaimana perasaan seorang guru tersebut.
7. Guru mungkin tidak berharap ucapan
selamat dari kita, tidak berharap hadiah dari kita, kejutan indah dari kita
tapi sudah semestinya kita memperlakukannya secara istimewa seperti orangtua
kita, karena mereka adalah orangtua pengganti jika di sekolah. Tanpa mereka
kita tidak bisa membaca, tanpa mereka kita tidak bisa menulis, tanpa mereka
kita tidak bisa berhitung, tanpa mereka kita bisa menjadi seorang profesor,
tidak bisa menjadi dokter, ataupun profesi yang saat ini kita miliki karena
mereka adalah pahlawan kita, pahlawan tanpa tanda jasa, seorang yang memberikan
jasa yang tidak bisa dibayar dengan apapun karena pengabdian mereka yang murni,
tulus berbagi ilmu.
8. Kita tidak harus memberikan hadiah
yang indah kepada mereka, ucapan selamat yang berlebihan, tetapi cukup
menghormatinya, menghargainya dan menyanyanginya dan yang paling penting
anggaplah dia sebagai orangtua kita sebagaimana beliau menganggap kita sebagai
anak mereka sendiri.
9. Semoga kita bisa mengambil maknanya
dan mengaplikasikannya di SMA NEGERI 6 PALOPO, dan semoga para guru yang ada di
Indonesia selalu berjaya. amin…
C.
Sejarah Hari
Guru
Cikal bakal organisasi PGRI adalah
diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian
berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. Semangat
kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia.
Organisasi perjuangan huru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912
dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini bersifat
unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala
Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang
berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka
Dua. Sejalan dengan keadaan itu maka disamping PGHB berkembang pula organisasi
guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya.
Kesadaran
kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru
pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya
antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per
satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar
dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi
perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi
dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak
“merdeka.”
Pada tahun 1932
nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru
Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata
“Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh
Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan
bangsa Indonesia.
Pada zaman
pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru
Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai
penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945 di
Surakarta. Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang
didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah,
politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah – guru-guru yang
aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik
Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 – seratus
hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia – Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat
pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara
Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi
kemerdekaan dengan tiga tujuan :
1. Memepertahankan
dan menyempurnakan Republik Indonesia
2. Mempertinggi
tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan;
3. Membela
hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak
Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu
di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat
persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam
mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia.
Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik
Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan,
organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik,
independen, dan tidak berpolitik praktis.
Untuk
itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan
Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25
November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.
Segenap
Pimpinan dan Civitas Akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional Semoga guru, dan bangsa Indonesia
tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
D.
Perkembangan Hari Guru di SMAN 6 PALOPO
Cikal bakal hari guru di SMAN 6 PALOPO yakni, di awali
dengan terbentuknya MKGR yang dulunya sekola suasta, kemudian berubah nama
menjadi SMAN 6 PALOPO, Tahun 2006. Di mulailah hari baru di mana semangat guru
SMAN 6 PALOPO mulai terpacu dalam mengajar siswa/siswi agar dapat menjadi
generasi yang dapat membanggakan Indonesia sekaligus SMAN 6 PALOPO.
Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, setiap
tahunya siswa/siswi SMAN 6 PALOPO, memberikan ucapan terimakasih atas jasa-jasa
yang telah ia berikan kepada semua sisiwa/siswi SMAN 6 PALOPO.
Berikut foto guru-guru SMAN 6 PALOPO dalam
merayakan hari guru nasional:
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dengan adanya hari guru di SMAN 6 PALOPO mendorong
guru-guru untuk tetap lebih semangat dalam menjalankan tugas-tugas mereka
sebagai guru utamanya untuk mendidik putra-putri bangsa Indonesia sebagai
generasi yang akan melanjutkan pembangunan bangsa Indonesia kedepannya. Dengan
segala dedikasi yang mereka berikan kepada siswa/siswi SMAN 6 PALOPO menjadikan SMAN 6 PALOPO
kedepannya sebagai SMA yang dapat bersaing dengan SMA/SMK yang lebih unggul.
B. SARAN
Makalah ini
dibuat agar siswa/siswi dapat lebih menghormati Guru-guru di Indonesia terutama di SMAN 6
PALOPO. Dalam makalah ini juga masih banyak terdapat
kesalahan, baik dalam penulisan maupun pemaparan materinya. Saran dan kritik dari
pembaca sangat kami butuhkan.
DAFTAR PUSTAKA



