Rabu, 05 November 2014




PERINGATAN HARI GURU DI SMA NEGERI 6 PALOPO






Dengan adanya hari guru di SMA NEGERI 6 PALOPO, dapat memotifasi guru-guru dalam menjalankan tugas - tugasnya utamanya dalam mengajar SISWA/SISWI SMA NEGERI 6 PALOPO

Oleh
NAMA : BASO NURWI
KLS : XII IPA 2
NIS:9983316553


SMA NEGERI 6 PALOPO
2014-2015
  KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya serta taufik dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “HARI GURU SMA NEGERI 6 PALOPO”.
Ucapan terima kasih kepada Allah SWT. yang telah memberikan kemampuan kepada saya, sehingga saya dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini disusun dalam rangka untuk memenuhi tugas pada mata pelajaran ” MULOK
Saya menyadari tidak ada manusia yang sempurna. Penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. serta masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang mendukung dari para pembaca untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Akhir kata saya mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.






Palopo, 13 September 2014

                                                                                                               Penulis

                                   

                                                                            (Baso Nurwi)




                                                                                                                                                                                                                                                                                                         i.             
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR                                                                                                           i
DAFTAR ISI                                                                                                                         ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah                                                                                     1
B.     Rumusan Masalah                                                                                              2
C.     Tujuan Laporan                                                                                                  2
D.    Manfaat Laporan                                                                                  2                                                                                       
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Hari Guru                                                                                          3
B.     Makna Hari Guru                                                                                                3
C.     Sejarah Hari guru                                                                                                5
D.    Perkembang Hari Guru di SMAN 6 PALOPO                                                    7
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan                                                                                                         10
B.     Saran                                                                                                                   10
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                            11






                                                                                                                                                             ii
                                                                            BAB I
PENDAHULUAN
   A.    Latar belakang masalah
Tepat tanggal 25 November setiap tahunnya, SMA NEGERI 6 PALOPO memperingati Hari Guru Nasional, yang juga adalah hari lahirnya organisasi GURU yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Namun tahukah Anda asal usul mengapa tanggal tersebut dipilih menjadi hari yang khusus bagi para pahlawan tanpa tanda jasa?
Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, para pegiat pendidikan di nusantara telah mendirikan organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. Anggotanya merupakan kalangan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah yang bekerja di sekolah-sekolah yang ada di tanah air.
Kemudian, kuatnya keinginan untuk merdeka dan mendirikan negara sendiri yang bernama Indonesia membuat pengurus dan anggota PGHB mengubah nama organisasi mereka menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) di tahun 1932.
Usai kemerdekaan 17 Agustus 1945, para pengurus dan anggota PGI menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia yaitu tepat di 100 hari setelah tanggal kemerdekaan tersebut, 24-25 November 1945. Kongres yang berlangsung di Kota Surakarta tersebut diadakan untuk mengikrarkan dukungan para guru untuk NKRI. Saat itu, nama organisasi PGI pun diperbarui menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Dilansir oleh situs resmi PGRI, karena jasa dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para guru di tanah air, maka Pemerintah RI melalui Kepres No 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal berdirinya PGRI sebagai Hari Guru Nasional.
Keppres itu juga dimantapkan di UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menetapkan tanggal 25 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Guru Nasional, yang kerap diperingati bersamaan dengan ulang tahun PGRI.

          B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian dari hari guru?
2.      Apakah makna dari hari guru?
3.      Bagimanakah sejarah hari guru SMAN 6 PALOPO?

         C.    Tujuan Laporan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari hari guru
2.      Untuk mengetahui makna dari hari guru
3.      Agar siswa dapat mengetahui sejarah dari hari guru

        D.     Manfaat Laporan
Laporan  ini memiliki manfaat sebagai berikut:
1.      Dapat memberikan motofasi kepada siswa untuk lebih giat belajar.
2.      Menambah ilmu pengetahuan dengan adanya hari guru.
3.      Mengetahui sejarah dari hari guru.

BAB II
PEMBAHASAN
       A.    Pengertian Hari Guru
Hari Guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru, dan diperingati pada tanggal yang berbeda-beda bergantung pada negaranya. Sejak sebelum kemerdekaan Indonesia, para pegiat pendidikan di nusantara telah mendirikan organisasi bernama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912. Anggotanya merupakan kalangan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah yang bekerja di sekolah-sekolah yang ada di tanah air.
Kemudian, kuatnya keinginan untuk merdeka dan mendirikan negara sendiri yang bernama Indonesia membuat pengurus dan anggota PGHB mengubah nama organisasi mereka menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) di tahun 1932.
Usai kemerdekaan 17 Agustus 1945, para pengurus dan anggota PGI menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia yaitu tepat di 100 hari setelah tanggal kemerdekaan tersebut, 24 -25 November 1945. Kongres yang berlangsung di Kota Surakarta tersebut diadakan untuk mengikrarkan dukungan para guru untuk NKRI. Saat itu, nama organisasi PGI pun diperbarui menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
          B.     Makna Hari Guru
1.      Saya yakin, siapapun orang yang ada disini pasti sudah mengetahui siapa yang disebut dengan pahlawan tanpa tanda jasa. Guru, adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kenapa dia disebut dengan pahlawan?  Tentunya karena seorang guru sangat memberikan pengaruh bagi kehidupan manusia di muka bumi ini. Sosok seorang guru memang berbeda dengan pahlawan yang gugur di medan perang, pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raganya, namun guru adalah orang yang mau membagikan ilmunya, menjadi sosok pengganti orang tua di sekolah, seseroang yang mampu merubah pola pikir kita sehingga bisa merubah hidup kita menjadi lebih baik. karena inilah guru disebut dengan pahlawan tanpa tanda jasa, tidak seperti pahlawan yang gugur di medan perang yang diberi gelar pahlawan reformasi, pahlawan revolusi dan pahlawan nasional.
2.      Setiap tanggal 25 november  SMA NEGERI 6 PALOPO akan memperingati hari guru. Apakah anda semua tahu apa makna hari guru tersebut? Apakah disetiap sekolah mempunyai tradisi untuk memperingati hari guru? Dan apakah hari guru merupakan salah satu hari libur nasional?
3.      Saya akan menjawab untuk pertanyaan awal, sebenarnya saya juga bingung memaknai hari guru, karena jika kita berbicara makna berarti kita mengaitkannya dengan sejarah. Berdasarkan referensi yang saya dapat, lahirnya PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) pada tanggal 25 november 1945, setelah 100 hari proklamasi kemerdekaan Indonesia, merupakan cikal-bakal organisasi PGRI. Di mana organisasi ini diisi oleh para Guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Diperingatinya tanggal ini sebagai Hari Guru Nasional adalah berdasarkan Kepres (Keputusan Presiden) Nomor 78 Tahun 1994 hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada guru.
4.      Di sini saya menarik kesimpulan, bahwa hari guru mempunyai makna sebagai bentuk penghormatan kepada guru  atas jasa-jasa yang telah dilakukannya selama ia mengajar. Berarti dapat disimpulkan bahwa pada setiap tanggal 25 nov setiap tahunnya hari ini dianggap sebagai hari ulang tahun guru se-indonesia.
5.      Untuk pertanyaan kedua, tentunya setiap sekolah mempunyai tradisi dalam memperingati hari guru, mungkin ada yang membuat perlombaan para guru, sekedar upacara saja dan bahkan memberi hadiah atau bunga kepada para guru bahkan sama sekali menganggap hari ini adalah hari biasa saja, dan ini sekaligus menjawab pertanyaan saya yang ketiga, bahwa hari guru bukanlah merupakan hari libur nasional karena pada umumnya sekolah tidak akan libur dihari ini.
6.      Pada saat hari Guru apakah anda sebagai seorang murid memperlakukan guru Anda  secara istimewa, Seperti Anda dilakukan secara istimewa dari orang-orang terdekat anda?atau hari ini berlalu seperti hari biasa ? mungkin seorang guru tidak mengahrapkan sebuah kado yang mewah dari kita, sebuah ucapan selamat yang indah dari kita ataupun kejutan indah dari kita, karena saya yakin semua guru melakukan pekerjaan secara mulia berbagi ilmu dengan ihklas, ihklas dalam membimbing kita, mensupport kita dan memberikan hal-hal positif lainnya yang patut kita contoh…coba renungkan sejenak, apakah kamu sedih ketika dihari ulang tahun kamu tak seorangpun memberikan kejutan kepadamu? Tak seroangpun mengucapkan kata selamat kepadamu? Dan kamu sendiri bisa menjawabnya bagaimana perasaan seorang guru tersebut.
7.      Guru mungkin tidak berharap ucapan selamat dari kita, tidak berharap hadiah dari kita, kejutan indah dari kita tapi sudah semestinya kita memperlakukannya secara istimewa seperti orangtua kita, karena mereka adalah orangtua pengganti jika di sekolah. Tanpa mereka kita tidak bisa membaca, tanpa mereka kita tidak bisa menulis, tanpa mereka kita tidak bisa berhitung, tanpa mereka kita bisa menjadi seorang profesor, tidak bisa menjadi dokter, ataupun profesi yang saat ini kita miliki karena mereka adalah pahlawan kita, pahlawan tanpa tanda jasa, seorang yang memberikan jasa yang tidak bisa dibayar dengan apapun karena pengabdian mereka yang murni, tulus berbagi ilmu.
8.      Kita tidak harus memberikan hadiah yang indah kepada mereka, ucapan selamat yang berlebihan, tetapi cukup menghormatinya, menghargainya dan menyanyanginya dan yang paling penting anggaplah dia sebagai orangtua kita sebagaimana beliau menganggap kita sebagai anak mereka sendiri.
9.      Semoga kita bisa mengambil maknanya dan mengaplikasikannya di SMA NEGERI 6 PALOPO, dan semoga para guru yang ada di Indonesia selalu berjaya. amin… 
      C.     Sejarah Hari Guru
Cikal bakal organisasi PGRI adalah diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912, kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932. Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan huru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua. Sejalan dengan keadaan itu maka disamping PGHB berkembang pula organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan, dan yang lainnya.
Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kesadaran. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka.”
 Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya, kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia.
Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas. Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24 – 25 November 1945 di Surakarta. Melalaui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama, dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah – guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 – seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tangan bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :
1.      Memepertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia
2.      Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan;
3.      Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itulah, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Jiwa pengabdian, tekad perjuangan dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan negara kesatuan republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen, dan tidak berpolitik praktis.
Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, dan diperingati setiap tahun.
Segenap Pimpinan dan Civitas Akademika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional Semoga  guru, dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
D.    Perkembangan Hari Guru di SMAN 6 PALOPO
           Cikal bakal hari guru di SMAN 6 PALOPO yakni, di awali dengan terbentuknya MKGR yang dulunya sekola suasta, kemudian berubah nama menjadi SMAN 6 PALOPO, Tahun 2006. Di mulailah hari baru di mana semangat guru SMAN 6 PALOPO mulai terpacu dalam mengajar siswa/siswi agar dapat menjadi generasi yang dapat membanggakan Indonesia sekaligus SMAN 6 PALOPO.
           Untuk itulah, sebagai penghormatan kepada guru, setiap tahunya siswa/siswi SMAN 6 PALOPO, memberikan ucapan terimakasih atas jasa-jasa yang telah ia berikan kepada semua sisiwa/siswi SMAN 6 PALOPO.

          
      Berikut foto guru-guru SMAN 6 PALOPO dalam merayakan hari guru nasional:
      




BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Dengan adanya hari guru di SMAN 6 PALOPO mendorong guru-guru untuk tetap lebih semangat dalam menjalankan tugas-tugas mereka sebagai guru utamanya untuk mendidik putra-putri bangsa Indonesia sebagai generasi yang akan melanjutkan pembangunan bangsa Indonesia kedepannya. Dengan segala dedikasi yang mereka berikan kepada siswa/siswi  SMAN 6 PALOPO menjadikan SMAN 6 PALOPO kedepannya sebagai SMA yang dapat bersaing dengan SMA/SMK yang lebih unggul.

B.     SARAN
Makalah ini dibuat agar siswa/siswi dapat lebih menghormati Guru-guru di Indonesia terutama di SMAN 6 PALOPO. Dalam makalah ini juga masih banyak terdapat kesalahan, baik dalam penulisan maupun pemaparan materinya. Saran dan kritik dari pembaca sangat kami butuhkan.






  
                                             DAFTAR PUSTAKA
*      www.google.com
*      http//:www.blog.sejarah.com
*      www.blog. Sejarah hari guru nasional.com
*      sejarah Indonesia